Masykur Syafruddin, S.Hum.
Masykur Syafruddin, S.Hum., adalah kolektor, filolog, dan peneliti sejarah asal Pidie Jaya, Aceh. Dedikasinya di dunia numismatik bermula dari hobi berburu mata uang kuno Nusantara sejak remaja. Hasil penjualan koin-koin kuno tersebut ia gunakan untuk menyelamatkan ribuan manuskrip berharga peninggalan Kesultanan Aceh agar tidak punah atau dijual ke luar negeri.
Pada 2015, alumni UIN Ar-Raniry ini mendirikan Pedir Museum untuk merawat lebih dari 5.800 koleksi benda bersejarah miliknya. Melalui pameran dan edukasi numismatik, Masykur aktif mengenalkan kejayaan peradaban masa lalu Indonesia kepada generasi muda.
Andrea Acri
Dr. Andrea Acri mendapatkan gelar PhD dari Leiden University pada 2011. Ia adalah ahli Bahasa Sanskerta, Jawa Kuno, dan sejarah agama—terutama Hindu, Buddha, dan Tantra—di India dan Asia Tenggara. Andrea Arci merupakan dosen di École Pratique des Hautes Études, PSL University (Paris) sejak 2016. Ia juga pernah menjadi dosen dan peneliti di Nalanda University (India), ISEAS dan NUS (Singapur), serta ANU (Australia). Karya-karyanya telah dipublikasi dalam puluhan jurnal akademisk internasional. Ia menulis buku Dharma Pātañjala (Egbert Forsten/Brill 2011 dan Aditya Prakashan 2017; edisi Indonesia KPG Gramedia 2019), editor berbagai buku (Imagining Asia(s), ISEAS 2019; Spirits and Ships, ISEAS 2017; Esoteric Buddhism in Mediaeval Maritime Asia, ISEAS 2016; From Laṅkā Eastwards, KITLV 2011). Ia juga editor untuk isu-isu spesial untuk beberapa jurnal seperti Journal of Hindu Studies, International Journal of Hindu Studies, Indonesia and the Malay World.





